Selamanya itu hanya satu penipuan

Dahulu kita cipta bersama,
Satu kenangan yang tak terlupakan.
Semua manis mainan bibir
Sepahit gula yang dirasa.

Dahulu kita nikmati bersama,
Manisnya madu, hangatnya asmara,
Dalam hujan kau meneduhku,
Dalam dingin kau memelukku.
Terasa indah waktu bersama.

Masa berlalu dengan begitu pantas,
Berlari tanpa ada hentian,
Semuanya turut berubah,
Cinta menjadi dendam,
Sayang menjadi benci,
Rindu menjadi beban.
Manis madu bertukar pahit hempedu.

Cintamu beralih arah
Dari satu sudut,
Ke ruang kebencian yang sangat dasyat.
Tanpa sebab dan alasan,
Kau paksa aku keluarkan air mata,
Kau paksa aku leraikan ikatan,

Kepada tuhan aku berserah,
Aku luahkan luka dalam hati,
Dengan semangat dan azam,
Aku teruskan hidup,
Meski hanya ada cinta aku kepada tuhan,
Namun hidup aku lebih bermakna,
Dari dibenci tanpa sebab.

Bercinta dengan tuhan lebih indah,
Dari bercinta dengan manusia,
Cinta sejati untuk manusia adalah mustahil,
Tetapi cinta sejati kepada pencipta,
Adalah satu nikmat yang tak tercapai,
Satu kalam yang sukar diungkapkan,

Terima Kasih..

2 responses to this post.

  1. wah puitis banget….

    salam kenal ya…

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: